MUSIK DAN LAGU DAERAH JAWA TENGAH
KARYA
TULIS ILMIAH
ILMU
BUDAYA DASAR
“Musik
dan Lagu Daerah Jawa Tengah”
Disusun
Oleh:
Nurul
Diana Amelia
21222487
JURUSAN
AKUNTANSI
FAKULTAS
EKONOMI &BISNIS
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2022/2023
BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Lagu
daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu
atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer
dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada
umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi pembuat/pengarangnya
Lagu
kedaerahan mirip dengan lagu kebangsaan, tetapi statusnya hanya
bersifat kedaerahan saja dan ditulis sebagai lagu dari sebuah daerah. Lagu
kedaerahan biasanya memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing.
Lagu
daerah atau musik daerah ini biasanya muncul dan dinyanyikan atau dimainkan
pada tradisi-tradisi tertentu pada masing-masing daerah, misal pada saat
menina-bobok-kan anak, permainan anak-anak, hiburan rakyat, pesta rakyat,
perjuangan rakyat, dan lain sebagainya.
Lagu
kedaerahan biasanya merujuk kepada sebuah lagu yang mempunyai irama khusus bagi
sebuah daerah. Terdapat lagu-lagu kedaerahan yang telah menjadi popular
diseluruh negara hasil penyiaran oleh radio dan televisi.
2. Rumusan Masalah
1. Apa
saja alat musik di daerah Jawa Tengah?
2. Apa llirik dari lagu Gundul-Gundul Pacul?
3. Apa
makna dari lagu Gundul-Gundul Pacul?
3. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui
macam alat musik daerah Jawa Tengah.
2. Mengetahui
lirik lagu Gundul-Gundul Pacul.
3. Mengetahui
Makna dari lagu Gundul-Gundul Pacul.
BAB II
PEMBAHASAN
A. ALAT MUSIK DAERAH JAWA TENGAH
1.
Gambang
Gambang merupakan alat musik tradisional asal Jawa Tengah yang dimainkan dengan
cara dipukul. Biasanya terdiri dari 18 bilah bambu dengan alat pemukul khusus. Fungsi dari gambang dalam mengiringi lagu adalah
sebagai pangrengga lagu. Dalam kesenian gambang kromong biasanya menggunakan
gambang.
2.
Siter
Dikutip dari laman resmi Sekolah Tinggi Teknologi Bandung, nama
"siter" berasal dari Bahasa Belanda "citer", yang juga
berkomunikasi dengan Bahasa Inggris "zither".
Siter merupakan seperangkat alat musik yang termasuk dalam gamelan jawa, baik
yang ada di Jawa Tengah maupun di Jawa Barat.Umumnya siter mempunyai panjang
sekitar 30 cm dan diisi dalam sebuah kotak ketika dimainkan.
Cara memainkannya adalah senar siter dimainkan dengan ibu jari, sedangkan jari
lain digunakan untuk menahan getaran ketika senar lain dipetik. Jari kedua
tangan digunakan untuk menahan, dengan jari tangan kanan berada di bawah senar
sedangkan jari tangan kiri berada di atas senar.
3.
Bonang
Tak hanya siter, bonang juga merupakan alat musik yang biasa ditemukan dalam
seperangkat gamelan Jawa Tengah. Bonang terbuat dari logam-logam seperti besi,
perunggu, atau kuningan yang memiliki bentuk menonjol pada bagian atas yang
biasa disebut 'pencu atau pencon'. Cara memainkannya adalah dengan cara ditabuh
atau dipukul bagian atasnya dengan alat pemukul khusus yang disebut bindhi.
4.
Kendang
Sama halnya dengan siter dan bonang, alat musik kendang atau yang dimaksud
dengan gendang merupakan instrumen tradisional dalam gamelan dari Jawa Tengah. Kendang
berfungsi untuk mengatur irama atau tempo lagu. Instrumen ini sendiri terbuat
dari kulit kerbau, tali rotan kayu nangka, kayu pohon cempedak atau kayu pohon kelapa.
Cara memainkannya adalah dengan ditepak menggunakan telapak tangan.
5.
Saron
Saron merupakan alat musik gamelan yang masuk ke dalam kategori 'balungan'.
Tidak banyak yang tahu alat musik ini tapi ketika mendengar nama dan gambar
alat musik Jawa Tengah dengan julukan 'rindik' mungkin bisa terbayang seperti
apa rupanya.
6.
Gender
Gender adalah musik Jawa Tengah berupa bilah besi yang ditegakkan dengan tali
di atas bumbung-bumbung resonator. Gender dimainkan dengan menggunakan alat
tabuh berbentuk bulat yang dilingkari lapisan kain dengan gagang pendek.
Seperti halnya Bonang.
7.
Kenong
Alat musik Jawa Tengah ini merupakan satu set instrumen jenis gong yang tidak
digantung namun berposisi horizontal. Kenong memiliki posisi penting setelah
gong dalam hal memberi batasan struktur suatu gending. Sama seperti bonang,
kenong juga diletakkan pada tali yang ditegangkan pada bingkai kayu.
8.
Gong
Berbicara gamelan Jawa Tengah akan lengkap jika ada alat musik Gong. Di dalam
gamelan gong bertindak sebagai peran utama supaya terwujudnya kombinasi alat
musik yang berirama. Alat musik tradisional Jawa Tengah ini terbuat dari
tembaga serta timah dan cara memainkannya adalah dengan cara dipukul.
9.
Slenthem
Mungkin beberapa orang belum familiar dengan alat musik tradisional asal Jawa
Tengah satu ini. Padahal alat musik ini termasuk salah satu instrumen dari
gamelan. Alat musik ini terbagi dalam lembaran logam tidak tebal yang diuntai
memakai tali dan direntangkan di atas tabung. Cara memainkannya adalah dengan
cara dipukul serta membuahkan dengungan rendah yang mengikuti suara saron,
balungan, dan ricik.
10.
Suling
Meski bisa ditemukan di daerah lain, namun alat musik Jawa Tengah satu ini
merupakan alat musik yang populer oleh banyak kalangan. Suling merupakan alat
musik tiup dengan menutup lubang atau nada yang bisa menghasilkan bunyi yang
lembut. Suling tradisional biasanya terbuat dari bambu, sedangkan bahan logam
atau tembaga untuk membuat suling modern.
B. MUSIK DAERAH
JAWA TENGAH
Lagu
daerah bisa dibilang mirip lagu kebangsaan, namun statusnya hanya bersifat
kedaerahan. Tidak terkecuali di Jawa Tengah, provinsi ini memiliki sejumlah lagu daerah yang merupakan
lantunan yang populer dan dinyanyikan rakyat di Jateng. Salah satu musik daerah
yang terkenal di Jawa Tengah adalah lagu “Gundul-Gundul Pacul”.
Lirik
lagu Gungul-gundul Pacul katanya diciptakan oleh Sunan Kalijaga di tahun 1400an
dan juga dibantu oleh R.C Hardjosubroto. Lagu tersebut berasal dari Jawa Tengah
dan seringkali dinyanyikan oleh anak-anak sebagai lagu daerah Jateng.
Jika
merunut pada arti Bahasa yang digunakan, Gundul berarti kepala plonthos, botak,
atau tidak ada rambut. Kepala sendiri merupakan lambang kehormatan dan
kemuliaan seseorang. Sedangkan rambut merupakan mahkota, yaitu lambang
keindahan kepala. Sehingga gundul memiliki arti kehormatan tanpa adanya
mahkota.
“Pacul”
memiliki arti cangkul yaitu sebuah alat petani yang terbuat dari lempengan besi
berbentuk segi empat. Sehingga pacul melambangkan kawula rendah dari kebanyakan
petani. Jika disatukan, “Gundul Pacul” berarti seorang pemimpin yang sesungguhnya
bukanlah orang yang diberi sebuah mahkota. Namun mereka adalah pembaca pacul
dan digunakan untuk mencangkul. Hal tersebut dilakukan untuk mengupayakan
kesejahteraan bagi para masyarakat.
Lirik
Lagu Gundul-gundul Pacul:
Gundul-gundul
pacul cul gembelengan
Nyunggi-nyunggi wakul kul gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan
Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan
Gundul-gundul
pacul cul gembelengan
Nyunggi-nyunggi wakul kul gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan
Wakul ngglimpang segane dadi sak rattan
Arti:
Gundul
gundul cangkul
Sembrono
Membawa bakul (di atas kepala) (Dengan) sembrono
Bakul terguling, nasinya tumpah sehalaman
Bakul terguling, nasinya tumpah sehalaman
Lagu
Gundul-gundul pacul memiliki makna terkait nasihat yang diberikan dari rakyat
untuk para pemimpin. Menurut kutipan dari buku “Indonesia Pusaka” yang ditulis
oleh Dr. Sopan Adrianto, SE, M. Pd, berikut ini adalah makna yang terkandung
dalam lirik lagu Gundul-gundul Pacul.
1. Gundul-gundul
pacul-cul, gembelengan
Arti lirik lagu pada bait pertama dan juga kedua
yaitu seorang pemimpin yang sudah kehilangan atau tidak memiliki mahkotanya,
maka mereka juga kehilangan kehormatannya sebagai seorang pemimpin. Sedangkan
lirik “gembelengan” memiliki arti yaitu sikap para pemimpin yang berubah
menjadi sombong atau congkak.
2. Nyunggi-nyunggi
wakul-kul gembelengan
Nyunggi wakul artinya
membawa tempat nasi atau bisa jua disebut bakul dan ditaruh di atas kepala
seseorang. Arti dari lirik tersebut yaitu banyak para pemimpin yang lupa bahwa
mereka sedang mengemban sebuah amanat yang bisa diibaratkan sepeti membawa bakul
nasi di atas kepala. Sedangkan “wakul” adalah lambang dari kesejahteraan
rakyatnya.
Kesejahteraan tersebut
merupakan sebuah kekayaan, sumber daya, dan lainnya. Hal tersebut berarti bahwa
kepala adalah sebuah kehormatan yang masih berada di bawah bakul milik rakyat.
Akan tetapi, sayangnya masih banyak pemimpin yang bersikap sombng dan angkuh
terhadap rakyat yang dipimpinnya. Padahal sebenarnya, kedudukan rakyat lebih
tinggi dari pemimpinnya.
3. Wakul
Ngglimpang Segane Dadi Sak Latar
Wakul ngglimpang
artinya adalah jatuhnya bakul yang berada di atas kepala. Sedangkan “segane
dadi sak latar” jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia atinya adalah nasi
yang ada di dalam bakul jatuh dan berserakan. Makna dari lirik tersebut
menggambarkan apabila seorang pemimpin bersikap angkuh dan semena-mena.
Bakul yang jatuh dan
berserakan menggambarkan tentang amanah yang mereka bawa. Ibarat nasi yang
sudah tumpah dan berserakan di tanah, tentu nasi tersebut sudah tidak bisa
dimakan lagi. Begitu pula dengan amanah yang diemban oleh seorang pemimpin yang
bersifa sombong, tidak akan bertahan lama dan akan gugur semua amanah yang
diemban.
SUMBER
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5649137/10-alat-musik-jawa-tengah-yang-populer-apa-saja
https://www.gramedia.com/best-seller/lirik-lagu-gundul-gundul-pacul-beserta-maknanya/

Komentar
Posting Komentar