Budaya Tari Kabupaten Banyumas
KARYA
TULIS ILMIAH
ILMU
BUDAYA DASAR
Budaya Tari Kabupaten Banyumas
“Tari
Lengger Lanang”
Disusun
Oleh:
Nurul
Diana Amelia
21222487
JURUSAN
AKUNTANSI
FAKULTAS
EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS
GUNADARMA
1EB02
2022/2023
I.
LATAR
BELAKANG MASALAH
Pada
dasarnya, seni tari adalah suatu gerakan semua bagian tubuh atau hanya sebagian
saja yang dilakukan dengan ritmis serta pada waktu tertentu untuk mengungkap
pikiran, perasaan, dan tujuan dengan iringan musik atau tanpa iringan musik.
Dalam hal ini, penari yang menggunakan iringan musik, maka gerakannya akan
mengikuti irama dari musik yang dibawakan. Dengan kata lain, pengiring penari
yang memainkan musik akan mengatur setiap gerakan penari supaya makna dan
tujuan dari tarian yang dibawakan tersampaikan kepada penonton tari-tarian.
Seni tari bisa dikatakan sebagai bagian dari
kebudayaan yang ada pada setiap negara atau daerah termasuk negara Indonesia.
Seni tari yang ada di Indonesia sangatlah banyak dan merupakan setiap gerakan
tari merupakan ciptaan dari masyarakat Indonesia yang di mana di dalam setiap
gerakan tari memiliki filosofinya masing-masing. Seni tari akan selalu
mengalami perkembangan seiring dengan berkembangnya zaman. Maka dari itu, bagi
sebagian orang mengatakan bahwa seni tari sudah ada sejak lama.
Dengan banyaknya seni tari yang ada di Indonesia
menandakan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman budaya. Oleh sebab itu,
sudah seharusnya bagi setiap masyarakat Indonesia terutama generasi muda perlu
melestarikan seni tari Indonesia. Jika, seni tari terus menerus dilestarikan,
maka kemungkinan besar seni tari Indonesia semakin dikenal oleh masyarakat
dunia.
II.
PEMBAHASAN
Sebagai warga Indonesia kita pasti sudah mengenal
bahwa negara ini memiliki budaya yang bermacam-macam dan berbeda-beda,
contohnya seperti di Jawa Tengah. Jawa Tengah memiliki budaya yang beraneka
ragam mulai dari sedekah laut, pingitan, weton, suran atau suro, lengger dan
lain sebagainya.
Tulisan ini akan membahas mengenai budaya dari Banyumas, Jawa Tengah yaitu tarian Lengger Lanang Banyumasan, saya yakin warga Indonesia pasti banyak yang mengenal budaya ini namun masih banyak juga yang belum mengenalnya lebih dalam.
Tari Lengger merupakan tarian tradisional dan menjadi icon yang berasal dari daerah Banyumas, Jawa Tengah. Lengger disebut juga ronggeng. Tarian Lengger merupakan pengembangan dari tarian sebelumnya yaitu tari Tayub. Pada tari Lengger dimainkan oleh dua hingga empat orang laki-laki yang didandani serupa perempuan dengan pakaian khas. Kata Lénggér sendiri merupakan istilah Jarwo Dhosok atau gabungan kata yang mempunyai arti. Lénggér “Darani Léng Jêbulé Jénggér” yang dapat di artikan bahwa dikira wanita ternyata laki-laki. Maksud tersebut adalah berkaitan dengan sejarah masa pra kemerdekaan dimana penari Lénggér adalah laki-laki yang berdandan layaknya seorang wanita yang di gunakan untuk mengelabuhi para lelaki hidung belang khususnya para antek-antek atau kompeni. Tindakan tersebut sebagai bentuk tipu muslihat yang di lakukan oleh para pejuang atau pemuka agama yang tidak suka melihat perilaku tidak sronoh yang di lakukan oleh para penjajah beserta antek-anteknya, seperti halnya melakukan sawéran atau member uang dengan cara memasukan uang tersebut ke dalam mêkak mêkak atau kemben.
Sejarah Tari Lengger:
Asal muasal di Banyumas tidak diketahui secara
pasti, namun dikutip dari buku Lengger Tradisi dan Transformasi (2000) karya
Sunaryadi, ada dua kemungkinan munculnya kesenian Lengger. Ada yang menyebutkan
kalau Lengger berasal dari Jatilawang, Banyumas. Ada juga yang menyebutkan jika
kesenian tradisional tersebut berasal dari Mataram dan masuk ke wilayah
Kalibagor, Banyumas pada 1755. Tari
ini diperkirakan muncul di Banyumas pada abad ke-18. Ketika Mangkunegaran VII
memerintahkan tiga sastrawan untuk mengelilingi Jawa dan menulis tentang
kehidupan orang Jawa saat itu. Sesampainya di Wanyuma, mereka menemukan
kesenian Lengger, dan cerita tersebut tertulis dalam Serat Centhini. Dahulu,
Lengger dimainkan sebagai ritual di punden (tempat sakral), diperlukan waktu
tersendiri untuk melakukan kesenian ini, biasanya pada masa panen atau bersih
desa. Pemain yang dipilih pun tidak sembarangan, yakni pemain yang dianggap
bersih secara spiritual.
Makna
dari Tari Lengger:
Kesenian Lengger Banyumasan merupakan sebuah kesenian yang memiliki kesuburan dan religi. Masyarakat Banyumas percaya jika kesenian tersebut mengandung nilai kesuburan. Masyarakat menganggap Lengger adalah "Ana Celeng Gawe Geger", yang artinya pada zaman dahulu ketika musim panen tiba, Babi hutan atau Celeng dari hutan turun ke lahan pertanian untuk merusak yang sedang panen tersebut. Sehingga membuat masyarakat gagal panen. Kemudian masyarakat punya ide untuk mengusir binatang-binatang tersebut dengan berbagai macam tetabuhan dan bunyi-bunyian. Di mana dibunyikan secara bersamaan oleh kaum pria, untuk kaum wanita melakukan gerakan secara spontan dengan melambai-lambaikan tangan ke kanan dan ke kiri untuk mengusir binatang dengan mengikuti alunan musik. Kegiatan tersebut terus dilakukan hingga menjadi sebuah tradisi dengan lahirnya kesenian Lengger Banyumasan di masyarakat. Dulu sebelum melakukan pertunjukkan, penari akan melakukukan ritual terlebih dahulu seperti, puasan senin dan kamis, atau bermeditasi di tempat tertentu. Itu dilakukan untuk mengundang indang (roh yang merasuki penari Lengger). Seorang yang memperoleh indang dapat menari dan menembang sangat baik tanpa berlatih.
III.
KESIMPULAN
Indonesia
sangat kaya akan budaya, saah satunya adalah seni tari. Di Indonesia terdpaat
lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Oleh karena itu, kita harus bangga dan
terus melestarikan kekayan Indonesia yang satu ini, salah satunya dengan cara
mengenali budaya-budaya tari kita. Atau lebih bagus lagi bila kita dapat
mempelajari nya dan mengenalkannya ke masyarakat luar.
SUMBER
https://www.gramedia.com/literasi/seni-tari/
https://sipadu.isi-ska.ac.id/mhsw/laporan/laporan_10176210113210401.pdf

Komentar
Posting Komentar