Seni Gambar & Lukis Budaya Jawa Tengah
KARYA
TULIS ILMIAH
ILMU
BUDAYA DASAR
“Seni
Gambar & Lukis Budaya Jawa Tengah”
Disusun
Oleh:
Nurul
Diana Amelia
21222487
JURUSAN
AKUNTANSI
FAKULTAS
EKONOMI &BISNIS
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2022/2023
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolongan-Nya kami
dapat menyelesaiakan karya ilmiah yang berjudul “Seni Gambar & Lukis Budaya
Jawa Tengah”.
Tak lupa saya
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam
mengerjakan karya ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada
teman-teman yang membantu secara langsung dan tidak langsung.
Saya menyadari bahwa
karya ilmiah ini masih memiliki banyak kekurangan, maka dari itu, saya bersedia
menerima kritik dan saran dari para pembaca. Semoga karya ilmiah ini dapat
bermanfat bagi pembaca sekalian.
Depok, 06 November 2022
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB
I PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
2.
Rumusan Masalah
3. Tujuan Penelitian
BAB II PEMBAHASAN
BAB
III PENUTUP
Kesimpulan
SUMBER
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang
Seni
gambar mempunyai pengertian suatu usaha mengungkapkan dan mengkomunikasikan pikiran, ide/gagasan,
gejolak/perasaan, maupun imajinasi dalam wujud dwimatra yang bernilai artistik
dengan menggunakan garis dan warna. Sedangkan Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni
rupa yang berfokus pada kegiatan melukis. Dengan dasar pengertian yang
sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.
Seni
lukis barangkali merupakan cabang seni rupa paling tua. Sejak masa prasejarah,
orang sudah mulai menemukan kegiatan menggambar dengan media dinding goa,
dengan cara menjiplak telapak tangan mereka yang disembur dengan kunyahan
daun-daun dan batu mineral berwarna. Dari sana, orang mulai menemukan bahwa
susunan bentuk sederhana jika diolah dengan sedemikian rupa bisa menghasilkan
sebuah gambar yang indah. Kemudian kegiatan menggambar ini berkembang jadi
termasuk salah satu kegiatan seni.
2. Rumusan Masalah
·
Siapa itu Raden
saleh?
· Apa makna dari
lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh?
·
Siapa saja tokoh
pelukis di Jawa Tengah?
·
Apa saja contoh
lukisan yang ada di Jawa tengah?
3. Tujuan Penelitian
·
Mengetahui siapa
Raden Saleh.
· Mengetahui makna
dari lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh.
·
Mengetahui
tokoh- tokoh pelukis yang ada di Jawa Tengah.
·
Mengetahui
contoh lukisan – lukisan yang ada di Jawa Tengah.
BAB
II
PEMBAHASAN
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, seni lukis diartikan sebagai seni mengenai gambar menggambar dan lukis melukis. Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, seni lukis adalah seni rupa dua dimensi yang terbentuk dan tersusun dari unsur-unsur rupa. Unsur-unsur rupa yaitu titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang. Melukis dilakukan di atas media kertas, kanvas, kain, batu, dinding, dan lain-lain. Sebuah lukisan harus mampu menerjemahkan obyek di dalamnya. Ciri khas dari karya seni lukis biasanya didasarkan pada tema, corak, gaya, teknik, bahan, dan alat pada karya tersebut. Hasil karya seni lukis biasanya menonjolkan keunikan tersendiri antara satu pelukis dengan pelukis lainnya.
Salah satu tokoh pelukis yang terkenal di Jawa Tengah yaitu adalah Raden Saleh. Ia adalah pelukis Indonesia yang terkenal dengan lukisan berjudul Penangkapan Pangeran Diponegoro. Raden Saleh hidup pada masa kolonial Belanda dan menjadi pionir seni modern di Indonesia. Ciri khas karya Raden Saleh adalah perpaduan romantisme populer di Eropa pada masa itu dengan elemen-elemen yang menunjukkan latar belakang dirinya sebagai orang Jawa. Raden Saleh telah lama dikenal sebagai salah satu seniman besar di Indonesia dan mendapatkan julukan Sang Pelukis Raja.
Salah
satu karya terkenal Raden Saleh adalah lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro
yang selesai ia buat pada 1857. Lukisan itu dipersembahkan Raden Saleh kepada
Raja Willem III dan baru dibawa pulang ke Indonesia pada 1978. Pada 1883,
sebuah pameran lukisan Raden Saleh digelar di Amsterdam untuk memperingati tiga
tahun meninggalnya Sang Pelukis Raja.
Makna dari lukisan
Penangkapan Pangeran Diponegoro:
Pada lukisan, tampak
Pangeran Diponegoro digiring oleh prajurit Belanda berkulit putih dengan
seragam biru-putih.
Terlihat tangan dari
Jenderal De Kock berwajah tak acuh mengisyaratkan Pangeran Diponegoro untuk
masuk ke kereta kuda. Kereta kuda yang ditunggangi oleh Prajurit Belanda
menandakan bahwa rencana pengasingan Pangeran Diponegoro telah dipersiapkan.
Disekeliling Diponegoro kerumunan orang bersorban yang diyakini adalah pengikut
Diponegoro dengan wajah-wajah yang nampak lesu, sedih dan pasrah sebab sang
tuan seakan telah ditaklukkan.
Dikutip dari
jurnal Raden Saleh Dipanagara and The Painting of The Capture of
Dipanagara at Magelang (1982) oleh Peter Carey, sang pelukis, Raden Saleh
mencantumkan dirinya sendiri dalam lukisan tersebut sebanyak dua kali, yaitu
sebagai seorang prajurit yang menunduk kepada pemimpin yang menangkapnya dan
sebagai seorang prajurit yang menghadap ke arah penonton.
Penggambaran tersebut melukiskan bahwa Raden Saleh seakan menempatkan dirinya
sebagai saksi dari peristiwa memilukan itu. Dikutip dari jurnal Raden Saleh's
Interpretation of the Arrest of Diponegoro: An Example of Indonesian
"proto-nationalist" Modernism (2005) oleh Werner Krauss, Krauss
menyatakan bahwa penempatan De Kock di bagian kiri ("perempuan" atau
"kurang berkuasa") dan kepala perwira Belanda yang terlalu besar
menyiratkan mereka sebagai raksasa impoten. Penonton Belanda yang asing dengan
penganggapan kebudayaan Jawa mungkin tidak menyadari bahwa itu adalah sebuah
"komentar pahit tentang pemerintah kolonial Belanda".
Pada awalnya, Raden Saleh menghadiahkan lukisan ini kepada Raja William III
dari Belanda sebagai "tanda terima kasih" karena pemerintah Belanda
telah membayar pendidikannya di Eropa dan sempat dipindahkan ke rumah para
veteran Militer Kolonial Kerajaan Belanda di Bronbeek. Pada tahun 1978,
Yayasan Oranje Nassau memutuskan agar karya tersebut dikirim ke pemerintah
Indonesia berdasarkan Undang-Undang Kebudayaan tahun 1969. Sekarang, lukisan
Penangkapan Pangeran Diponegoro ditempatkan di Museum Istana Kepresidenan
Yogyakarta dan masih menjadi lukisan populer oleh Raden Saleh hingga saat ini.
Berikut ini para pelukis terkenal lain yang berasal dari Jawa
Tengah antara lain:
1.
Abdullah Suriosubroto
Beberapa
karya lukisannya yaitu, Hamparan Sawah, Pemandangan disekitar gunung merapi,
Pemandangan di Jawa Tengah.
2.
Basoeki Abdullah
Beberapa karya lukisannya yaitu, Potret Dewi Soekarno, Lukisan Pertempuran Gatotkaca dan Antasena, Lukisan Pangeran Diponegoro.
3.
Srihadi Soedarsono
Beberapa
karya dari Srihadi Soedarsono yaitu, Doa dalam penantian, Bedaya Srikandi,
Dignity of Nation, Borobudur, Soul of nature, Scheveningen, Hollan.
4. Dullah
Berapa lukisan karya Dullah yaitu, Gadis Bali, Di depan pura, Halimah Gadis Aceh.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Seni lukis adalah salah
satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis
adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah
kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk
mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas,
kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan.
Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa
memberikanimaji tertentu kepada media yang digunakan.
https://brainly.co.id/tugas/12706593
http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/abdullah-suriosubroto-1
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mba/mengenal-karya-karya-basoeki-abdullah/
https://lelang-lukisanmaestro.blogspot.com/2015/03/lukisan-dan-biografi-srihadi-soedarsono.html

Komentar
Posting Komentar